JA Opal - шаблон joomla Продвижение
  • Daftar
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.
You are here: Home Belanja Buku Biografi Jalan Cinta Buya
Info: Your browser does not accept cookies. To put products into your cart and purchase them you need to enable cookies.
PDFCetakE-mail
JAHILIYAH KONTEMPORER DAN HEGEMONI NALAR KEKERASAN : Merajut IslJANGAN NODAI AGAMA

Jalan Cinta Buya
Tampilkan Gambar Lebih Besar


Jalan Cinta Buya

Harga satuan (biji): Rp. 100 000.00

Klik disini jika ada yg ingin ditanyakan

Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, dan juga berseberangan dengan Kaum Komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Buya tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham-sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak ia sukai. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundahgulana.


Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat dan memihak umat Islam, Buya lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama keturunan Minangkabau ini disegani semua orang, semua golongan.

Jalan Cinta Buya adalah novel kedua dari dwilogi Hamka.



Share

Customer Reviews:

There are yet no reviews for this product.
Please log in to write a review.


Penerbit Buku

Info: Your browser does not accept cookies. To put products into your cart and purchase them you need to enable cookies.


Kategori Buku

Get in touch