Demi Masa

  • Rp. 40.000,-

DEMI MASAMendedah Komitmen dan Kiat Manajemen Waktu Menurut Islam“Kehilangan waktu itu lebih sulit daripada kematian, karena kehilangan waktu membuatmu jauh dari Allah dan Hari Akhir, sementara kematian membuatmu jauh dari kehid...

DEMI MASA

Mendedah Komitmen dan Kiat Manajemen Waktu Menurut Islam


“Kehilangan waktu itu lebih sulit daripada kematian, karena kehilangan waktu membuatmu jauh dari Allah dan Hari Akhir, sementara kematian membuatmu jauh dari kehidupan dunia dan penghuninya saja.” (Ibnu al-Qayyim)

“Demi masa! Sungguh manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali yang beriman, mengerjakan kebaikan, dan selalu saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran”. (QS. Al-Ashr: 1-3)

 

Kecerobohan dalam memanfaatkan waktu lebih berbahaya dibandingkan dengan kecerobohan dalam membelanjakan uang (boros). Rasulullah SAW. sendiri pernah mengingatkan bahwa manusia memiliki empat waktu, yaitu waktu untuk berkomunikasi dengan Tuhannya, waktu untuk mengoreksi dirinya, waktu untuk bertafakur tentang ciptaan Allah SWT, dan waktu untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum. Di hari perhitungan kelak, manusia akan ditanya tentang hidupnya, di mana usianya ia habiskan, di mana masa mudanya ia habiskan, dari mana hartanya didapat dan ke mana ia belanjakan, dan bagaimana ia mengamalkan ilmunya.

Lantas bagaimana komitmen dan kiat-kiat manajemen waktu menurut Islam? Melalui buku ini, Syekh Dr. Yusuf Qardhawi mengajak kita untuk menghayati tentang nikmat dan nilai waktu dalam kehidupan seorang muslim serta kewajiban seorang muslim terhadapnya.

Selamat membaca!

 

Syekh Dr. Yusuf bin Abdullah bin Ali bin Yusuf al-Qardhawi adalah seorang ulama dan pemikir Islam kondang beraliran Sunni. Doktor fikih dari Universitas AlAzhar, Kairo, dan Ketua Persatuan Ulama Dunia (The International Union of Muslim Scholars) ini lahir pada 9 September 1926 di sebuah desa kecil bernama Shafth, di tengah Delta Nil, Mesir. Setelah menamatkan pendidikannya di Ma'had Thantha dan Ma'had Tsanawi, Yusuf al-Qardhawi melanjutkan ke Universitas al-Azhar, Fakultas Ushuluddin dan lulus pada tahun 1952. Gelar doktornya sendiri baru diraihnya pada tahun 1973 dengan disertasi berjudul Al-Zakat wa Atsaruha fi Hill al-Masyakil al-Ijtima’iyah (Zakat dan Dampaknya dalam Menanggulangi Masalah-Masalah Sosial Kemasyarakatan).

Sosok yang mengagumi Ibnu Taimiyah, Hasan al-Banna, Rasyid Ridha, dan Sayyid Sabbiq serta pernah aktif dalam organisasi Islam Ikhwanul Muslimin ini telah menulis puluhan buku yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Di antara karya-karya beliau adalah Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam (Halal dan Haram dalam Islam), Fatawa Mu’asarah (Fatwa-Fatwa Semasa), Fiqh al-Zakat (Fiqh Zakat), Al-Ijtihad fi al-Syari’at al-Islamiyah (Ijtihad dalam Syariat Islam), Kayfa Nata’ammal ma'a al-Sunnah al-Nabawiyah (Bagaimana berinteraksi dengan Sunah), Al Waat fi Hayat al-Muslim (Waktu Dalam Kehidupan Seorang Muslim), Al-Sunnah wa al-Bid’ah (Sunnah dan Bid’ah), dan Madkhal li Ma'rifat al-Islam (Pengantar Mengenali Islam).

STOP !

Tulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Buruk           Baik

Tags/penandaan: Demi Masa, Akhirat, agama, religion